Pereview      : Salsabila Novayanti Arliansyah
NIM                : 1871042084
Tanggal        : 05 September 2018

Penulis : Yeni Febrianti
Bidang : Psikologi Klinis
Tahun  : 2017
Judul   : Gambaran Harapan Sembuh Pada Penderita Anxiety Disorder

1.      Pendahuluan
Anxiety disorder atau kecemasan berlebihan (Reber, 2010) merupakan kondisi emosi yang buram dan tidak menyenangkan disertai ciri-ciri rasa takut terhadap suatu hal, rasa gentar, menekan, dan tidak nyaman.
Seseorang dengan gangguan kecemasan dapat mengalami ketakutan yang berlebihan terhadap semua aspek kehidupannya, seperti takut untuk melangkah, takut keluar rumah, takut mati, takut hidup, maupun takut akan menjalani sesuatu. Dengan diadakannya penelitian ini, semoga tujuan untuk mengetahui proses timbulnya harapan untuk sembuh pada penderita anxiety diseorder dapat tercapai.
Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat sebagai sumber pengetahuan dan dapat membantu untuk menumbuhkan harapan sembuh berdasarkan pengalaman yang dialami oleh penderita anxiety yang lain.

2.      Tinjauan Pustaka
Harapan berasal darikata harap yang berarti menginginkan sesuatu agar menjadi kenyataan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2014). Snyder (2000) mengemukakan bahwa harapan merupakan motivasi positif yang dimiliki individu yang diyakini akan memberikan hal positif dengan melakukan hal-hal yang mendukung sehingga target tercapai
Tiga penyebab tumbuhnya harapan sembuh menurut Snyder (2000), yakni pathway thoughts, agency thoughts, dan barriers. Pathway thoughts berhubungan dengan informasi baru yang diterima dan menyebabkan kekhawatiran, yang terjadi individu menumbuhkan harapan untuk menghilangkan kekhawatiran dan memikirkan cara yang tepat untuk mencapai harapan tersebut. Agency thoughts merupakan komponen tambahan berupa motivasi dan dorongan kuat yang berasal dari lingkungan dan menumbuhkan semangat individu untuk mencapai harapan yang dimiliki. Sementara, barriers merupakan hal-hal yang dapat menurunkan semangat untuk mencapau harapan yang dimiliki.
Menurut Dufault dan Martocchio (1985) Tiga dimensi pembentuk harapan sembuh, yakni :
a.       Affective
Proses penyembuhan memuat beberapa aspek yang menjadi focus utama yakni harapan, pilihan, kebebasan, dan aspirasi.
b.      Cognitive
Individu memiliki akal untuk memproses semua kejadian yang telah dialami, dipahami, dihayati hingga mencapai proses penerimaan.
c.       Behavioural
Harapan merupakan sumber kekuatan bagi individu, terutama individu yang sedang mengalami ujian berat dalam hidupnya. Harapan yang dimiliki individu akan semakin besarseiring dengan besarnya usaha individu dalam proses penyembuhan (Coulehan, 20110.
3.      Metode Penelitian
penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan peneliti menggunakan pendekatan  fenomenologi yakni suatu strategi yang dilakukan oleh peneliti dalam mengidentifikasi pengalaman individu yang berkaitan secara langsung dengan suatu fenomena tertentu.
Dalam penelitian kualitatif, peneliti dituntut agar mampu menyelidiki suatu kasus atau isu social yang berada pada lingkungan manusia yang berhubungan langsung dengan pengalaman, pendapat, pengetahuan, serta perasaan.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penlitian ini menggunakan purposive sampling. Peneliti menggunakan salah satu tempat praktek Psikiater di Kota Makassar sebagai tempat penelitian. Teknik yang digunakan pada pengumpulan data adalah teknik wawancara terstruktur dan teknik observasi.

4.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan:
1.          Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek menunjukkan kekuatan yang kuat untuk sembuh. Faktor internal yakni motivasi subjek untuk sembuh disertai dukungan moral maupun tenaga dari lingkungan menjaga harapan sembuh yang telah ada dalam diri masing-masing subjek tetap ada. Anxiety disorder yang dialami subjek masing-masing berasal dari trauma mental yang dialami.
2.          Faktor-faktor pembentuk harapan sembuh yakni faktor internal serta eksternal sangat berperan dalam menumbuhkan serta memelihara harapan sembuh pada diri subjek.
3.         Proses penyembuhan memuat beberapa aspek yang menjadi fokus utama yakni harapan, pilihan, kebebasan dan aspirasi.

5.      Saran
a. Subjek penelitian
Setelah mengetahui bagaimana harapan sembuh sangat berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit, faktor-faktor eksternal dan internal, yakni dukungan keluarga serta motivasi internal individu untuk sembuh agar terus dijaga.
b. Untuk peneliti selanjutnya
Disarankan untuk lebih menggali faktor-faktor serta dimensi pembentuk harapan sembuh pada penderita anxiety disorder, utamanya kapan factor eksternal dan internal berperan dalam perjalanan subjek menuju proses kesembuhan.

Komentar